Jumat, 13 Juni 2014

Ponsel Firefox OS akan Masuk Indonesia

KOMPAS.com - Indonesia dipastikan masuk daftar negara yang ditargetkan oleh Mozilla untuk memasarkan smartphone berbasis Firefox OS. Smartphone tersebut diharapkan bisa dijual di Indonesia akhir tahun 2014.

Seorang eksekutif senior Mozilla yang tak mau disebut namanya mengatakan kepada The Wall Street Journal pada Rabu (11/6/2014), bahwa Firefox OS akan dijual di India dan Indonesia mulai akhir tahun ini, dengan banderol harga 25 dollar AS atau sekitar Rp 300 ribu.

Mozilla selama ini telah mengembangkan smartphone murahnya dengan sistem operasi yang mereka kembangkan sendiri, Firefox OS, sebagai alternatif dari Google Android dan Apple iOS.

Untuk memproduksi perangkat Firefox OS, Mozilla telah menggandeng empat produsen handset besar, termasuk ZTE dan LG.

Saat ini, Firefox OS sudah mulai dijual di negara-negara Eropa dan Amerika Latin, namun harganya lebih tinggi dari rencana awal, yaitu 60 dollar AS. Mozilla merasa harga itu masih mahal untuk konsumen di India dan negara-negara Asia Tenggara.

"Satu dollar AS saja bisa berarti banyak bagi konsumen di negara-negara berkembang," ujar Chief Operating Officer Mozilla, Gong Li seperti dikutip dari The Wall Street Journal."Sulit menjual smartphone yang harganya di atas 50 dollar AS di pasar seperti itu," imbuhnya.

Karena itu untuk menekan harga, Mozilla menggandeng produsen chip Tiongkok, Spreadtrum Communications Inc., untuk membuat chip murah sehingga smartphone-nya bisa dijual di kisaran harga 25 dollar AS.

"Dengan banderol harga 25 dollar AS, maka tidak ada jarak antara smartphone dan featurephone, harga yang menarik ini akan memotivasi pengguna feature phone untuk beralih kesmartphone," demikian terang Li.

Walau demikian, Mozilla diramalkan akan menghadapi tantangan serius, sebab di negara-negara seperti India dan indonesia, banyak smartphone Android yang dijual dengan harga kompetitif, bahkan di bawah Rp 1 juta.

Di sisi lain, ekosistem Firefox dinilai belum kuat untuk melawan jutaan aplikasi yang dimiliki oleh Android dan iOS.

Ponsel Firefox OS akan Masuk Indonesia

KOMPAS.com - Indonesia dipastikan masuk daftar negara yang ditargetkan oleh Mozilla untuk memasarkan smartphone berbasis Firefox OS. Smartphone tersebut diharapkan bisa dijual di Indonesia akhir tahun 2014.

Seorang eksekutif senior Mozilla yang tak mau disebut namanya mengatakan kepada The Wall Street Journal pada Rabu (11/6/2014), bahwa Firefox OS akan dijual di India dan Indonesia mulai akhir tahun ini, dengan banderol harga 25 dollar AS atau sekitar Rp 300 ribu.

Mozilla selama ini telah mengembangkan smartphone murahnya dengan sistem operasi yang mereka kembangkan sendiri, Firefox OS, sebagai alternatif dari Google Android dan Apple iOS.

Untuk memproduksi perangkat Firefox OS, Mozilla telah menggandeng empat produsen handset besar, termasuk ZTE dan LG.

Saat ini, Firefox OS sudah mulai dijual di negara-negara Eropa dan Amerika Latin, namun harganya lebih tinggi dari rencana awal, yaitu 60 dollar AS. Mozilla merasa harga itu masih mahal untuk konsumen di India dan negara-negara Asia Tenggara.

"Satu dollar AS saja bisa berarti banyak bagi konsumen di negara-negara berkembang," ujar Chief Operating Officer Mozilla, Gong Li seperti dikutip dari The Wall Street Journal."Sulit menjual smartphone yang harganya di atas 50 dollar AS di pasar seperti itu," imbuhnya.

Karena itu untuk menekan harga, Mozilla menggandeng produsen chip Tiongkok, Spreadtrum Communications Inc., untuk membuat chip murah sehingga smartphone-nya bisa dijual di kisaran harga 25 dollar AS.

"Dengan banderol harga 25 dollar AS, maka tidak ada jarak antara smartphone dan featurephone, harga yang menarik ini akan memotivasi pengguna feature phone untuk beralih kesmartphone," demikian terang Li.

Walau demikian, Mozilla diramalkan akan menghadapi tantangan serius, sebab di negara-negara seperti India dan indonesia, banyak smartphone Android yang dijual dengan harga kompetitif, bahkan di bawah Rp 1 juta.

Di sisi lain, ekosistem Firefox dinilai belum kuat untuk melawan jutaan aplikasi yang dimiliki oleh Android dan iOS.

Sabtu, 17 Mei 2014

Korban Tewas Tenggelamnya Kapal Feri Bangladesh Jadi 45 Orang

 
Keluarga penumpang protes pencarian berjalan lamban (Reuters) haka - Tim penyelam di Bangladesh berhasil menemukan 16 jasad dari dalam kapal feri yang tenggelam. Temuan ini menambah jumlah korban tewas menjadi 45 orang.

Dua kapal dengan crane berhasil mengangkat kapal feri bernama MV Miraj-4 ini ke permukaan dan menariknya ke tepi sungai. Tim penyelam bergantian masuk ke dalam kapal sepanjang 30 meter yang tenggelam akibat badai sejak 3 hari lalu.

"Kami telah menyelesaikan pencarian di dalam kapal. Penyelam dari Angkatan Laut menyisir setiap sudut dan celah setelah kami mengangkat kapal tersebut," jelas Kepala Otoritas Transportasi Laut, Shamsuddoha Khandaker kepada AFP, Sabtu (17/5/2014).

"Korban tewas kini mencapai 45 orang. Kami telah mencari di dalam kapal dan ada kecil kemungkinan bahwa masih ada jasad lainnya yang bisa ditemukan di sana," ucap pejabat setempat, Saiful Hasan. Kepala kepolisian setempat, Ferdous Ahmed mengkonfirmasi jumlah korban tewas tersebut.

Hasan menjelaskan, upaya pencarian jasad korban akan dilanjutkan di Sungai Meghna yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal feri ini. Sungai Meghna merupakan salah satu sungai terlebar di dunia. Muncul kekhawatiran bahwa ada jasad korban yang hanyut terbawa arus sungai yang kuat.

Kapal feri MV Miraj-4 yang membawa 200-an orang terbalik ketika melintasi Sungai Meghna, dekat ibukota Dhaka pada Kamis (15/5). Sekitar 40 orang berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepi sungai, sedangkan 35 orang lainnya diselamatkan oleh petugas penyelamat setempat.

Sebagian besar penumpang feri tersebut merupakan pekerja dari kota Dhaka dan juga mahasiswa yang hendak mudik ke rumahnya menjelang akhir pekan ini. Insiden ini terjadi di tengah badai disertai angin kencang dan hujan deras yang menerjang kapal feri tersebut. Para penumpang yang selamat menyalahkan kapten kapal yang enggan menepi ketika badai menerjang kapal.

Jumlah pasti penumpang kapal ini tidak diketahui karena seringkali kapal feri di Bangladesh tidak memiliki daftar nama penumpang yang jelas. Selain itu, mereka juga kerap membawa penumpang melebihi kapasitas. Otoritas setempat kini tengah menyelidiki apakah feri ini membawa penumpang melebihi kapasitas atau terjadi gangguan struktural sehingga berujung pada insiden ini.

"Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap kapten kapal dan pemilik kapal, karena kami mendapat banyak bukti bahwa kapten kapal mengabaikan peringatan untuk melanjutkan perjalanan saat ada badai," tegas Khandaker.

Ratusan orang termasuk keluarga penumpang kini berkumpul di pinggir sungai menunggu pencarian kerabat mereka yang masih hilang. Sejumlah keluarga penumpang memprotes lambannya upaya pencarian.
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 17.00 WIB
SUMBER : http://news.detik.com/read/2014/05/17/150857/2584730/1148/korban-tewas-tenggelamnya-kapal-feri-bangladesh-jadi-45-orang